Melihat orang – orang yang menari didepan para penabuh, di
belakang iring – iringan kuda renggong, seru dan menarik.
Pemuda, Pemudi, anak – anak, ibu – ibu sambil menggendong
anaknya, bapak – bapak, bersama – sama menari dengan gayanya masing – masing, ada
yang seluruh tubuhnya menari, ada yang kakinya saja yang menari, ada juga yang cuma
telunjuknya saja yang menari, dan ada beberapa yang kesurupan tapi tetap menari,
untung siang hari, jika malam hari kayaknya serem juga
Cuaca panas dan penuh debu sepertinya tidak mempengaruhi
semangat mereka untuk menari, para penabuh terlihat bersemangat menabuh alat
musiknya, suara sinden yang dipertegas alat pengeras suara terdengar stabil,
tidak turun seperti kelelahan, tidak naik seperti over gayanya para penari yang
kesurupan.
Anak – anak yang menunggangi kuda begitu menikmati
tunggangannya, sesekali ada yang ikut menari, orang tua mereka terlihat bangga.
Tidak ketinggalan para penonton pun nampak terhibur.
Yang menjadi perhatian saya, apa yang menari sambil kesurupan
juga menikmati seni kuda renggong tersebut, apa mereka merasa senang dan bergembira, sementara yang
mengendalikan tubuh mereka itu bukan mereka.
gambar : bandung.bisnis.com
Yang nari kesurupan bukan menikmati musiknya, tapi menikmati uangnya nanti di rumah. he..he..
ReplyDelete